Thursday, 8 November 2018

Teknik Penulisan yang Baik dan Benar


BAB I
PENDAHULUAN
A.            Latar Belakang

Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya :
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (١) خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (٢) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ (٣)الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (٤) عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ (٥)
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(QS. Al Alaq : 1 – 5 )
Ayat diatas sangat jelas dalam menyerukan kesetiap manusia agar membaca, menulis dan mengajar. Dalam kata yang penulis bold ini merupakan isyarat-isyarat kepada manusia.
Dalam proses perkuliahan sudah menjadi hal yang biasa ketika mahasiswa mendapatkan tugas untuk membuat makalah. Tentu hal ini ada yang menjadikan beban tetapi ada juga yang justru menjadikan tugas tersebut menjadi hal yang menyenangkan. Lalu, apakah dapat diartikan bahwa membuat makalah itu hanya bisa dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai bakat sejak lahir ? apakah membuat makalah  itu hanya bisa dikerjakan oleh mahasiswa-mahasiswa yang lulusannya dari SMA terfavorit ? apakah membuat makalah itu hanya bisa dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa yang kecerdasannya diatas rata-rata ? jawabannya tidak.
Membuat makalah atau menulis bisa dipelajari dengan mudah dan cepat, karena semua ilmu sepanjang ada teorinya itu bisa dipelajari termasuk membuat makalah.
Namun, meskipun ada teorinya. Tidak sedikit mahasiswa baru yang harus berfikir keras bahkan sampai menghalalkan segala cara untuk mengerjakan tugas makalah. Mulai dari copy pastesampai makalah pesanan siap saji. Ini menjadi kesempatan luar biasa ketika mahasiswa baru yang datang dengan semua latar belakang dan bisa diakomodir dalam sebuah pelatihan untuk membekali mereka 4 tahun kedepan.
Semua ini tidak akan sia-sia saat kesempatan ini dimanfaatkan dengan maksimal. Menulis atau membuat makalah merupakan salah satu bentuk expresi dari seorang mahasiswa dalam upaya melestarikan budaya akademik. Namun sayangnya, lagi-lagi tidak sedikit mahasiswa mengeluhkan dengan tugas-tugas ilmiah dengan alasan susah, banyak aturan dan banyak alasan lain yang cuma alibi buat mereka yang malas. Inilah yang menjadi orientasi penulis untuk memberikan penjelasan teori dalam membuat makalah yang cepat  dan lebih mudah.

B.       Rumusan Masalah
Dalam makalah ini, penulis merumuskan masalah yang akan dibahas sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan makalah ?
2.      Bagaimana langkah-langkah dalam pembuatan makalah ?
3.      Bagaimana format penulisan makalah ?
4.      Bagaimana tehnik penulisan makalah ?

C.      Tujuan Penulisan
1.      Supaya mahasiswa mengetahui pengertian dari makalah
2.      Supaya mahasiswa memahami langkah-langkah dalam pembuatan makalah
3.      Supaya mahasiswa memahami alur penulisan makalah yang benar
4.      Supaya mahasiswa memahami proses pembuatan makalah berdasarkan tehnik penulisan makalah yang benar

BAB II
PEMBAHASAN MASALAH
A.      Pengertian Makalah
Membuat makalah bagi sebagian mahasiswa lebih diartikan proses pembelajaran yang instan. Mengapa? karena dalam membuat makalah, penulisnya harus membaca, menganalisa, berdiskusi untuk menentukan sebuah kalimat dan bertukar gagasan pendapat ketika sudah dipresentasikan.
Dalam makalah ini, penulis tidak akan membahas bagaimana cara menumbuhkan motivasi untuk menulis makalah, melainkan lebih fokus kepada teknik penulisan. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis, ternyata mayoritas mahasiswa sering disulitkan dengan aturan-aturan atau kaidah penulisan ilmiah yang serba njlimet dan ribet, sehingga menimbulkan kemalasan mahasiswa untuk produktif menulis. Menulis Makalah, hanya dilakukan ketika mendapatkan tugas dari dosen tentang materi perkuliahan. Itu pun, masih ada yang mengambil jalan pintas dengan melakukan plagiatisme; membajak karya tulis orang lain baik dari buku, majalah, koran, internet, dan media lain tanpa memperhatikan etika pengutipan.Apa  sebenarnya makalah itu?
Menurut Anwar Hasnun sebagaimana dikutip oleh Didik Komaidi, Makalah merupakan karya ilmiah, tetapi lebih khusus bila dibandingkan dengan karya tulis lainnya.[2] Meskipun sama-sama karya tulis ilmiah, jika ditilik dari tujuan pembuatannya, terdapat perbedaan yang mendasar antara makalah, skripsi, tesis, maupun disertasi. Skripsi merupakan karya tulis yang dibuat sebagai syarat untuk mendapatkan gelar Strata 1, sebagaimana tesis untuk S2 dan disertasi untuk S3. Sedangkan persamaannya ialah sama-sama hasil pikiran, hasil pengamatan, tinjauan dalam bidang tertentu, yang disusun menurut metode tertentu berdasarkan pengamatan, secara sistematis dan terarah
Biasanya, masing-masing Perguruan Tinggi sudah menetapkan aturan baku mengenai sistematika dan teknik penulisan karya tulis ilmiah, baik berupa makalah, skripsi, tesis, maupun disertasi, meskipun secara umum tidak keluar dari kaidah-kaidah kelaziman. Sebagai contoh, di Kampus Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Jepara yang sekarang berkonversi ke UniversitasIslam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara, setiap tahun menerbitkan Buku Panduan yang berisi gambaran umum UNISNU Jepara dan sejumlah aturan dan ketentuan yang berlaku di dalamnya yang dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada pimpinan, dosen, maupun mahasiswa, agar seluruh civitas akademika, dapat memahami, menghayati, dan melaksanakan aturan dan ketentuan yang dimaksud dengan baik, sesuai dengan fungsi, tugas, dan tanggung jawabnya masing-masing. Tak terkecuali mengatur teknis pembuatan karya tulis ilmiah (makalah).
B.       Langkah-langkah Penulisan Makalah
Adapun langkah-langkahnya dalam membuat makalah adalah:
1.      Menentukan topik makalah,
Pemilihan topik harus ditentukan sebelum memulai menulis, sedangkan judul bisa dibuat sebelum atau sesudah tulisan itu jadi. Topik penting untuk membuat rumusan pokok pikiran selama prosesmenulis. Judul juga penting karena dijadikan headline untuk menarik minat pembaca.
Contoh,
Judul

:
Analisis Perda Larangan Minuman Keras Dan Dampaknya Terhadap Tindak Kriminalitas Di Jepara (cakupannya sempit)
Topik

:
Perda Larangan Minuman Keras (lebih luas daripada judul)
2.                  Mencari bahan atau referensi.
Mencari bahan referensi sangatlah penting supaya terhindar dari kesan karya tidak ilmiah dan opini sendiri yang terlalu banyak.
3.                  Penelaahan atau membaca secara mendalam bahan-bahan yang telah terkumpul. Referensi bukan hanya untuk diambil pernyataan-pernyataan yang sesuai makalah saja, melainkan harus dibaca beberapa kali agar apa yang kita tulis dan bahan yang didapat bisa sinkron.
4.                  Proses penulisan.
Tidak sedikit mahasiswa yang kesulitan saat proses penulisan, mudah sebenarnya. Tulis saja apa yang didapat dan gabungkan dengan bahan dari referensi dengan penghubung kalimat penjelas dari penulis sendiri tanpa berfikir salah atau kurang.
5.                  Koreksi dan editing.
Mengatur ukuran kertas, huruf, penomeran, spasi, paragraph dan lainnya jangan diawal, melainkan diakhir setelah penulisan selesai. Sambil mengoreksi sambil mengedit teknis aturan makalah yang benar.
6.                  Revisi.
Revisi bisa dilakukan secara individu atau berkelompok. Dengan menelaah kembali secara mendalam makalah yang telah dibuat dan dinilai sendiri apakah sudah tepat atau ada yang perlu dikurangi serta ditambahi.
7.                  Presentasi.
Tahapan akhir dalam penulisan makalah adalah membuat pertanggungjawaban dengan presentasi. Bersikap tenang dan komunikatif, biasakan berdiri dengan suara yang jelas bukan duduk dan membaca. Manfaatkan power point untuk mendukung presentasi. Jangan pernah takut untuk menjawab atau bertanya.

C.      Format Penulisan Makalah
Adapun format dalam menulis makalah adalah sebagai berikut :
1.      Halaman judul.
Berisi judul makalah, tujuan pembuatan makalah, nama pembuat, logo lembaga/ institusi, nama lembaga, beserta alamat, tahun akademik.
2.      BAB I PENDAHULUAN
a.       Latar belakang, berisi tentang alasan pemilihan tema dalam pembuatan makalah.
b.      Rumusan masalah, berisi tentang pokok-pokok pembahasan dalam makalah.
c.       Tujuan penulisan, berisi tentang tujuan serta manfaat penulisan.
3.      BAB II PEMBAHASAN MASALAH.
Berisi tentang data atau teori dari referensi yang didapat untuk menjawab rumusan masalah yang telah dibuat serta pendapat penulis untuk memperjelas data atau teori tersebut.
4.      BAB III PENUTUP
a.       Kesimpulan, berisi tentang hasil ringkas dan padat yang didapat bukan copy paste sebagian isi makalah .
b.       Saran, berisi pernyataan masukan atau pendapat penulis untuk subjek dalam pembahasan makalah.
c.       Kata penutup, berisi ucapan terimakasih dan permohonan kritik rekonstruktif untuk penulis.
5.      DAFTAR PUSTAKA
Berisi daftar referensi atau sumber  yang telah diambil untuk menunjang data penulisan.

D.      Teknik Penulisan Makalah
Ada beberapa tata cara dalam tehnik penulisan makalah yang benar, diantaranya adalah[7]:
1.      Tata cara penulisan
a.       Penulisan makalah menggunakan bahasa Indonesia yang baku, tidak berbunga-bunga dan to the point.
b.     Penulisan istilah yang berasal dari bahasa asing dan daerah, dengan huruf miring (italic), seperti kata istinbath al-ahkam (istinbâth al-ahkâm), drop out (drop out), gugur gunung (gugur gunung).
c.       Untuk menghindari subyektivitas, penulisan makalah tidak diperbolehkan menggunakan katasaya, aku, kami atau kita kecuali dalam kata pengantar dan bisa diganti dengan kata penulis.
2.      Bentuk dan format penulisan
a.       Naskah makalah diketik dengan jenis huruf standard (Times New Roman) dengan ukuran  font12, Spasi 1,5. Dan mejorok 5 ketukan.
b.      Skripsi berbahasa Arab menggunakan font Traditional Arabic dengan huruf ukuran 18.
c.       Kertas yang dipergunakan untuk penulisan makalah adalah Kuarto (A4) ukuran 21 x 29,7 cm berat 70 – 80 gram.
d.      Batas margin untuk Top Left  4 cm dan  Bottom Right 3 cm.
e.       Penulisan BAB dan Sub Tema di Bold (tebal)
3.      Tehnik notasi ilmiah
a.       Kutipan
1)   Kutipan Langsung adalah kutipan yang sama dengan bentuk asli yang dikutip baik dalam susunan kata maupun tanda bacanya. Kutipan langsung tidak dibenarkan lebih dari satu halaman. Kutipan langsung dipergunakan hanya untuk hal-hal yang penting saja seperti definisi atau pendapat seseorang yang khas. Kutipan langsung yang tidak lebih dari empat baris, diketik biasa dalam teks skripsi dengan diawali dan diakhiri oleh tanda petik(“) dan diberi nomor kutipan yaitu dengan pola catatan kaki (footnote). Ini dimaksudkan jika diperlukan notasi dapat lebih leluasa dan memudahkan pembaca. Kutipan yang  lebih dari empat baris, diketik dengan masuk (menjorok) tujuh ketukan dan tidak dibubuhkan tanda petik, serta ditulis dengan jarak 1 spasi. Kutipan terjemah al-Qur’an dianggap seperti kutipan langsung, diketik 1 spasi meskipun kurang dari empat baris, tidak ditulis miring dan tidak menyebut kata Artinya.
2)  Kutipan tak langsung (parafrase) adalah kutipan yang hanya mengambil isinya saja, seperti saduran, atau ringkasan. Dalam kutipan semacam ini, penulis tidak perlu memberi tanda petik, ditulis seperti teks biasa dengan menyebut sumber pengambilannya.
3)   Kutipan Tafsir dan Hadist harus bersumber pada kitab asli (sumber primer).
4)   Kutipan dapat bersumber dari internet atau CD dengan mencantumkan situs dan menunjukkan print-outnya.
b.      Catatan kaki (footnote)
1)   Catatan kaki merupakan catatan pada bagian kaki halaman teks yang menyatakan sumber sesuatu kutipan atau pendapat dan bisa berfungsi sebagai tambahan yang berisi komentar atau penjelasan yang dianggap tidak dapat dimasukkan di dalam teks.
2)   Catatan kaki diketik satu spasi dan dimulai langsung dari margin kiri, dimulai pada ketukan kelima di bawah garis catatan kaki.
3)   Cara penulisannya secara berurutan: nama pengarang (nama gelar dan tidak dibalik), koma, judul sumber/buku dengan huruf kapital setiap awal kata kecuali kata tugas, koma, jilid/juz, koma, kurung buka kemudian tempat/kota penerbit, titik dua, nama penerbit, koma, tahun terbit kemudian kurung tutup, koma, nomor cetakan, koma, dan nomor halaman diakhiri dengan titik.
Mastuhu, Menata Ulang Pemikiran Sistem Pendidikan Nasional dalam Abad 21,(Yogyakarta: Safiria Insania Press dan UII, 2003), Cet. 1, hlm. 15.
4)   Apabila nama pengarang yang jumlahnya terdiri dari dua orang, maka kedua nama itu ditulis. Apabila lebih dari dua orang hanya disebutkan nama pengarang yang pertama dan setelah tanda koma dituliskan singkatan et. al.
Contoh:  Djaali, Pudji Mulyono dan Ramly, Pengukuran dalam Bidang Pendidikan, Jakarta: PPS Universitas Negeri Jakarta, 2000. Penulisan dalam footnote sebagai berikut :
Djaali, et. al., Pengukuran dalam Bidang Pendidikan, (Jakarta: PPS Universitas Negeri Jakarta, 2000), hlm. 10.
5)  Kumpulan karangan yang dirangkum oleh editor maka yang ditulis editornya saja dengan (ed.). Bila editornya lebih dari satu maka diberi tambahan “s” (eds.), .Contohnya:
Mastuhu (ed.), Penelitian Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1998), hlm. 125.
Harun Nasution dan Azyumadi Azra (eds.), Perkembangan Modern dalam Islam,(Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1985), hlm. 125
6)    Apabila dari sumber yang sama dikutip lagi pada halaman yang sama maka cukup dengan “Ibid.” Sedangkan bila dari sumber yang sama dikutip lagi pada halaman yang berbeda, maka dalam catatan kaki ditulis: Ibid., lalu disebutkan halamannya, contoh:
5Sutrisno, Paradigma Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001), hlm. 20,
6Ibid. (bila mengutip halaman yang sama).
7Ibid., hlm. 30. (bila mengutip pada halaman yang berbeda).
7)    Apabila dari sumber tersebut dikutip lagi tetapi telah diselingi oleh kutipan dari sumber lain, maka pada catatan kaki ditulis: Nama pengarang, Judul buku / sumber (jika ada lebih dari satu buku), op.cit., diikuti hlm. Adapun op.cit, singkatan daru “opere citato” yang artinya dalam karangan yang telah disebut. Sedangkan apabila dari halaman yang sama dikutip lagi tetapi telah diselingi kutipan dari sumber lain, maka ditulis loc.cit Tanpa menyebutkan halaman. loc.cit. adalah singkatan dari “loco citato” yang artinya pada tempat yang telah dikutip.

Contoh :
8Mustaqim, Psikologi Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001), hlm. 21.
9Fazlur Rahman, Islam dan Modernitas, (Bandung: Pustaka, 1986), hlm. 65.
10 Mustaqim, op.cit., hlm. 30.
11 Fazlur Rahman, loc.cit.       

8)      Lebih jelasnya lihat contoh sebagai berikut :
5Sutrisno, Paradigma Pendidikan Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001), hlm. 20,
6Ibid. (bila mengutip halaman yang sama).
7Ibid., hlm. 30. (bila mengutip pada halaman yang berbeda).
8Mustaqim, Psikologi Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001), hlm. 21.
9Fazlur Rahman, Islam dan Modernitas, (Bandung: Pustaka, 1986), hlm. 65.
10 Mustaqim, op.cit., hlm. 30.
11 Fazlur Rahman, loc.cit.       

c.       Daftar pustaka
1)   Daftar pustaka ditempatkan diakhir tulisan dengan jarak satu (1) spasi dan tidak menggunakan nomor urut. Sedangkan jarak antara dua sumber pustaka satu setengah (1,5) spasi.
2)   Daftar pustaka ditulis dengan urutan: nama pengarang (sesuai alfabetis, ditulis nama belakang dahulu), koma, judul buku dicetak miring (italic), koma, jilid atau volume, koma, tempat penerbitan, titik dua, nama penerbit, koma, tahun penerbitan, koma, nomor cetakan.
Contoh :
Nasution, Harun, Islam Ditinjau dari berbagai Aspeknya, Jilid I, Jakarta: UI Press, 1973, Cet. 3.

3)   Apabila penulis terdiri dari dua orang, maka nama kedua-duanya ditulis, dihubungkan dengan kata dan, seperti Nashiruddin dan Karnadi. Apabila lebih dari dua orang, ditulis nama pertama dan diikuti kata dkk. (dan kawan-kawan)
4)      Apabila berupa buku terjemahan maka ditulis pengarang yang asli, koma, judul buku, koma, kata terj. nama penerjemah, koma, tempat penerbit, titik dua, nama penerbit, koma, tahun terbit diakhiri dengan titik.
Contoh :
Benda, Harry J., Bulan Sabit dan Matahari Terbit : Islam Indonesia pada Masa Pendudukan Jepang, terj. Daniel Dhakidae, Jakarta: Pustaka Jaya, 1980.
5)   Sumber kutipan yang diambil dari internet cara penulisannya adalah sebagai berikut: nama penulis, koma, judul artikel diapit tanda petik (“---“), koma, nama situs, titik. Contoh :
Sapari, Ahmad “Kurikulum Berbaris Kompetensi”,http://www.surya.co.id./30052002/12pini.phtml

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Sebagai penutup, penulis mendapatkan beberapa kesimpulan, antara lain:
1.         Makalah merupakan karya ilmiah, tetapi lebih khusus bila dibandingkan dengan karya tulis lainnya.
2.         Langkah-langkah dalam pembuatan makalah adalah:
a.     Menentukan topik makalah.
b.    Mencari bahan atau referensi.
c.     Penelaahan atau membaca secara mendalam bahan-bahan yang telah terkumpul.
d.    Proses penulisan.
e.     Koreksi dan editing.
f.     Revisi.
g.    Presentasi.
3.         Format dalam menulis makalah adalah sebagai berikut :
a.       Halaman judul.
b.      BAB I PENDAHULUAN
1)      Latar belakang
2)      Rumusan masalah
3)      Tujuan penulisan
c.       BAB II PEMBAHASAN MASALAH.
d.      BAB III PENUTUP
1)      Kesimpulan
2)      Saran
3)      Kata penutup.
e.       DAFTAR PUSTAKA

4.         Adapun tehnik penulisan makalah yang harus diperhatikan adalah :
a.       Tata cara penulisan
b.      Bentuk dan format penulisan
c.       Tehnik notasi ilmiah
1)      Kutipan
2)      Catatan kaki (footnote)
3)      Daftar pustaka


Friday, 13 January 2017

Friday, 30 December 2016

TUGAS SOFTSKILL AAN NOPIANTO 1TA02

TUGAS WAWANCARA PROYEK INFRASTRUKTUR


Anggota Kelompok 5 :
  • AAN NOPIANTO
  • FRIZ WASITU LESTARI
  • MUHAMMAD YAHYA ALFANDI TAUSIKAL

MEWAWANCARAI PT.HUTAMA KARYA dalam proyek Jalan Tol CIJAGO

Narasumber: Zulfahri (Material Engineering)

       
        Pada awalnya proyek pembangunan jalan tol ini mulai di  bangun pada desember 2013, dan rencana selesai  nya pada tahun 2015. Akan tetapi  karna kendala pada pembebasan lahan maka proses pembangunan nya belum selesai sampai sekarang dan akan di perkirakan selesai pada tahun 2018. Dan proses pembangunan jalan ini di lakukan secara perlahan, jadi pembangunan di lakukan pada lahn yang sudah di bebaskan saja, dan lahan yang belum di bebaskan belum di kerjkan karna status nya masi bersengketa.
       Sumber danana tol ini berasal dari 2 investor swsta yaitu:
  1. Gramedia Grup
  2. Kompas (Translingkar Jaya)

       Proses pembangunan jalan tol ini di awasi oleh:
  •  BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol)
  • Komesaris PU
  • BUMN

Struktur utama pembangunan jalan tol ini adalah jalanan dan jembatan. Pembangunan jalan tol ini menggunakan bahan beton drijit dan aspal. Biaya pembangunan jalan tol ini sekitar 600 Milyar.

       Rencana pintu tolterbagi atas 4 pintu masuk, dan bentang jalan terbagi atas 2 paket dan 3 sekse dengan panjang 6 km dan lebar 32km. Tidak ada masalah Geologis dalam pembanguna Jalan ini.


Berikut beberapa foto pembangunan jalan nya




Beerikut adalah salah satu sengketa tanah yang diatas nya terdapat bangunan



Note : Tugas Softskill Aan Nopianto 1TA02

Sunday, 6 November 2016

Pembangunan Jalan Di Lampung

Pembangunan  Jalan Di Lampung

Hasil gambar untuk Lampung

Pada saat saya sudah lulus nanti, saya akan mempraktekkan ilmu saya untuk membangun jalanan di Lampung. Karna jalanan di Lampung masi banyak sekali yang rusak. Disana sering sekali di lakukan peraikan jalan akan tetapi jalanan di sana cepat sekali rusak,  entah itu karna bahan untuk pembuatan jalanan nya yang kurang, atau dana yang di di berikan oleh pemerintah itu di korup oleh oknum-oknum nakal.

Hasil gambar untuk jalanan di lampung timur 

Hasil gambar untuk jalanan di lampung timur

Diatas adalah beberapa contoh jalanan di lampung yang baru di erbaiki beberapa buan dan kemudian langsungrusak lagi.

Penyebab lain jalanan rusak adalah karna jalanan di Lampung itu di karenakan oleh banyak sekai mobil mobil kontainer yang melewati jalanan yang hanya di dasari oleh batu dan aspal. seharus nya jalanan yang di lalui oleh mobil-mobil besar seperti itu sudah terbuaat dari   beton, agar tidak mudah rusak.

setelah saya lulus nanti saya akan membangunn jalanan lampung dengan bahan beton yang baik dan kokoh, agar tidak mudah rusak dan awet. dan saya akan mengepalai sendiri proyek tersebut agar tidak terjadi korupsi.

Beberapa cara  yang akan saya gunakan untuk mendapatkan dana pembangunan jalan tersebut :
=> Mengajukan Proposal Pembangunan Jalan ke Pemerintahan Pusat
=> Mengajukan Proposal Pembangunan Jalan ke Pemerintah Daerah
=> Bekerja sama Dengan Gubernur dan Walikota Setempat

Di Lampung Memang Keci Kemungkinan nya untuk terjadi banjir namun apasalah nyaagar saya mempersiapkan lampung agar bisa mengantisipas dari bangjir

     Ada satu hal yang sangat menginspirasi saya, yaitu jalan yang dapat menyerap air, mungkin ini bisa menjadi salah satu solusi bagi wilayah yang sering terkena musibah banjir, Beton sering digunakan untuk pembangunan gedung atau jalan. Sifatnya yang kuat dan tahan lama menjadi pilihan banyak kontraktor.
 
Namun, Permeable Topmix berbeda dari kebanyakan beton yang sering dijumpai banyak orang. Beton satu ini dirancang untuk menjadi penutup permukaan dengan penyerap super yang memungkinkan air merembes melaluinya. Hal itu menghindari air menggenang di atasnya sehingga bisa menjadi upaya memerangi banjir.
Sebuah video memperlihatkan material yang sedang diuji di sebuah lahan parkir "meminum" 880 galon (4.000 liter) air dalam waktu sekitar satu menit. Sebagian besar air menghilang segera setelah menyentuh permukaan.
Sementara itu, untuk mencegah banjir selama badai beton tersebut juga bisa membantu membuat jalan atau jalur sepeda yang lebih aman karena mencegah genangan air. Lapisan beton berpori di paling atas permukaannya memungkinkan air mengalir melalui matriks kerikil yang relatif besar ke puing lebih longgar di bawahnya.
Adapun saluran drainase di bagian paling bawahnya akan membantu meningkatkan jumlah air yang dapat diserap. Selain itu, beton tersebut bukan hanya bisa membantu mengatasi banjir bandang di daerah perkotaan, tetapi juga membantu mengurangi pemanasan aspal dalam cuaca panas.
"Beton berpori memungkinkan air di permukaan terkuras bahkan saat volume air besar dan dengan curah yang tinggi," kata penemu Permeable Topmix, Lafarge Tarmac.
Selama periode temperatur yang tinggi dan musim hujan yang intens, beton ini dapat membantu untuk menunda debit air permukaan ke dalam sistem drainase sehingga mengurangi risiko berlebihan air atau menyebabkan banjir bandang.
"Saat curah hujan yang intens, air yang disimpan dalam sistem menguap dan menciptakan efek pendinginan sehingga mengurangi suhu permukaan," jelas Tarmac.
Konsep beton berpori telah dibicarakan sekitar selama hampir 60 tahun dan sering digunakan di bawah aspal untuk membantu bantuan drainase.
Namun, Tarmac mengklaim kemajuan dalam konsep beton berpori dapat dipadatkan seperti sekarang dan telah memungkinkan beton ini digunakan sebagai permukaan, serta mampu menahan mobil.
Tarmac juga mengklaim beton berpori sangat ideal untuk daerah besar di mana air dapat menjadi masalah, misalnya menggenangi taman atau jalan masuk.
Dipakai di Indonesia
Di Indonesia teknologi serupa telah dikembangkan oleh Holcim Indonesia. Dengan nama ThruCrete, jalan beton berpori bisa menyerap air dan mencegah banjir.
Holcim ThruCrete memiliki tebal perkerasan 15 cm dengan tebal lapis bawah (base coarse) 7 sentimeter dan rongga udara 30 persen. Beton ini bisa menampung air sebanyak 66 liter per meter persegi.
Jenis beton ini sudah diaplikasikan di landasan pacu Bandara Juanda, Surabaya dan pada area taxi way seluas 3.500 meter persegi. Selain itu, di Jakarta, Holcim telah menerapkan ThruCrete pada trotoar di Jalan Rasuna Said.
Seharusnya pemerintah Indonesia sadar akan banyaknya potensi wilayah di Negeri ini yang dapat terkena musibah banjir karna wilayah Indonesia banyak terdapat sungai sungai yang sewaktu-waktu bisa meluap karna berbagai hal, mulai dari hujan, tersumbatnya drainase, dan hal itu harus segera diperbaiki, saya ingin mengundang pemerintah daerah yang daerahnya terkena banjir untuk dating ke seminar misalnya agar kita sebagai warga dan mereka dapat terhubung langsung bisa saling memberikan pertanyaan dan pendapat secara langsung, karna susah jika kita mendatangkan beliau-beliau dengan cara perorangan. Jika solusi ini disetujui, maka bukan tidak mungkin setidaknya akan mengurangi banjir yang seringkali jadi permasalahan bukan hanya di perkotaan saja tapi sekarang sudah merambah ke daerah daerah lain.
Sekian tulisan dari saya dan Terimakasi


Nama : AAN NOPIANTO
Kelas  : 1TA02
NPM  : 1031006


















Sunday, 25 September 2016

Tugas Softskill 1TA02

Peranan Kebudayaan Hindu, Budha, Islam, Kristen dan Moderen Mempengaruhi Indonesia

Agama Hindu
Agama Hindu berkembang di India pada ± tahun 1500 SM. Sumber ajaran Hindu terdapat dalam kitab sucinya yaitu Weda. Kebudayaan dan agama Hindu tiba di Indonesia pada abad pertama Masehi, bersamaan waktunya dengan kedatangan agama Buddha, yang kemudian menghasilkan sejumlah kerajaan Hindu-Buddha seperti Kutai, Mataram dan Majapahit. Candi Prambanan adalah kuil Hindu yang dibangun semasa kerajaan Majapahit, semasa dinasti Sanjaya. Kerajaan ini hidup hingga abad ke 16 M, ketika kerajaan Islam mulai berkembang. Periode ini, dikenal sebagai periode Hindu-Indonesia, bertahan selama 16 abad penuh.
Hindu di Indonesia berbeda dengan Hindu lainnya di dunia. Sebagai contoh, Hindu di Indonesia, secara formal ditunjuk sebagai agama Hindu Dharma, tidak pernah menerapkan sistem kasta.


Berikut beberapa teori masuk nya Hindu ke Indonesia

·         Teori Kesatria

Teori kesatria inidi temukan oleh Majindar, Moekrji dan Neru. Mereka mengataka bahwa Agama hindu di bawa oleh para prajurit India yang ingin menaklukan Inddonesia lalu menyebarkan agama hindu. Tetapi melihat eksistensi kerajaan Indonesia, tiadak ada satupun kerajaan yang di bawah kekuasaan India, walaupun pengaruh Hindu di Indonesia sangat kuat.

·         Teori  Sudra
Teori lain nya megatakan bahwa Agama Hindu di bawa oleh para budak atau golongan saudara, mereka meyebaran agama indu karena ingin mengubah nasib mereka. Orang orang Sudra  yang merupakan golongan terbawah dalam sastra kasta Hindu masuk ke Indonesia untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Tapi, teori ini tidakterlalu kuat,  karena rasional, pengaruh kaum Sudra untuk menyebarkan Agama Hindu tidak terlalu besar dalam mempengaruhi masyarakat Indonesia.

Agama Budha

           
Buddha merupakan agama tertua kedua di Indonesia, tiba pada sekitar abad keenam masehi.]Sejarah Buddha di Indonesia berhubungan erat dengan sejarah Hindu, sejumlah kerajaan Buddha telah dibangun sekitar periode yang sama. Seperti kerajaan Sailendra, Sriwijaya dan Mataram. Kedatangan agama Buddha telah dimulai dengan aktivitas perdagangan yang mulai pada awal abad pertama melalui Jalur Sutra antara India dan Indonesia.  Sejumlah warisan dapat ditemukan di Indonesia, mencakup candi Borobudur di Magelang dan patung atau prasasti dari sejarah Kerajaan Buddha yang lebih awal.
Mengikuti kejatuhan Soekarno pada pertengahan tahun 1960-an, dalam Pancasila ditekankan lagi pengakuan akan satu Tuhan (monoteisme).  Sebagai hasilnya, pendiri Perbuddhi (Persatuan Buddha Indonesia), Bhikku Ashin Jinarakkhita, mengusulkan bahwa ada satu dewata tertinggi, Sang Hyang Adi Buddha. Hal ini didukung dengan sejarah di belakang versi Buddha Indonesia di masa lampau menurut teks Jawa kuno dan bentuk candi Borobudur.

Masuk nya Agama Budha ke Indonesia pada awal abad pertama atau saat di mulai nya perdagangan melalui jalur laut. Agama Budha di bawa masuk ke Indonesia di bawa oleh pedagan India dan China. Sedangkan bukti-bukti yang menyebutkan adanya orang Indonesia yang memeluk Agama Budha itu sekitar abad ke-4 Masehi. Kerajaan Sriwijaya merupakan asal mula peranan Agama Budha di Indoensia, dimulai pada zaman Sriwijaya di Sumatra sekitar abad ke-7

Agama Islam

Masuknya islam di Indonesia berlangsung secara damai dan menyesuaikan dengan adat serta istiadat penduduk lokal. Ajaran islam yang tidak mengenal perbedaan kasta membuat ajaran ini sangat diterima penduduk lokal. Proses masuknya islam dilakukan melalui cara berikut ini.
·         Perdagangan
·         Perkawinan
·         Pendidikan
·         Kesenian

Masuk nya Islam di Indonesia di dukung oleh beberapa teori
1.    Teori Gujarat
Teori ini dipelopori oleh ahli sejarah Snouck Hurgronje, menurutnya agama Islam masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang Gujarat pada abad ke-13 masehi.
2.    Teori Persia
P.A Husein Hidayat mempelopori teori ini, menyatakan bahwa agama Islam dibawa oleh pedagang Persia (Iran), hal ini berdasarkan kesamaan antara kebudayaan islam di Indonesia dengan Persia.
3.    Teori Mekkah
Teori ini menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia langsung dibawa para pedagah Mekkah, teori ini berlandaskan sebuah berita dari China yang menyatakan jika pada abad ke-7 sudah terdapat perkampungan muslim di pantai barat Sumatera.

Agama Kristen

Kristen Protestan pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada abad ke-16 M dengan pengaruh ajaran Calvinis dan Lutheran. Wilayah penganut animisme di wilayah Indonesia bagian Timur, dan bagian lain, merupakan tujuan utama orang-orang Belanda, termasuk Maluku, Nusa Tenggara, Papua dan Kalimantan. Kemudian, Kristen menyebar melalui pelabuhan pantai Borneo, kaum misionarispun tiba di Toraja, Sulawesi. Wilayah Sumatera juga menjadi target para misionaris ketika itu, khususnya adalah orang-orang Batak, dimana banyak saat ini yang menjadi pemeluk Protestan.

Kristen masuk Ke Indonesia di bagi menjadi 2 bagian
·         Pertama, masuk sejak zaman kuno. Menurut Cosmas Indicopleustes dalam
bukunya Topograhica Christina, diceriterakan pada abad ke-6 sudah ada komunitas Kristiani di India Selatan, di pantai Malabar, dan Sri Langka. Dari Malabar itu agama Kristen menyebar ke berbagai daerah. Pada tahun 650 agama Kristen sudah mulai berkembang di Kedah (Semenanjung Malaya) dan sekitarnya. Pada abad ke-9 Kedah berkembang menjadi pelabuhan dagang yang sangat ramai di jalur yang menghubungkan India-Aceh-Barus-Nias melalui Selat Sunda-Laut Jawa dan terus ke Cina.
·         Kedua, dengan datangnya bangsa Barat ke Indonesia pada abad ke
16.Kedatangan bangsa semakin mempercepat penyebaran agama Kristen ke Indonesia. Telah diterangakan bahwa pada abad ke 16 telah terjadi penjelajahan samudera untuk menemukan dunia baru oleh karena itu zaman ini sering disebut The Age of Discovery dengan semboyan gold, glory, gospel telah memotivasi dan semboyan itu maka penyebaran agama Kristen oleh orang Portugis tidak terlepas dari kepentingan ekonomi dan politik. Setelah menguasai Malaka tahun 1511 Portugis kemudian meluaskan ekploitasi ke Kepulauan Maluku dengan maksud memburu rempah-rempah.

Budaya Moderen
 Masuknya Budaya moderen ke Indonesia
Pada awalnya, budaya moderen telah masuk ke Indonesia sejak mereka menjajah bangsa indonesia. Selain itu budaya moderen juga masuk melalui perdagangan yang memang berkembang pada saat itu, namun pada saat ini perkembangan teknologi yang sangat pesat memudahkan kita untuk mengakses informasi dibidang apapun. Perkembangan teknologi ini jugalah yang merupakan faktor utama pemicu mudahnya budaya moderen masuk ke Indonesia. Selain itu usia remaja merupakan usia yang sangat kritis, apa yang menarik dan menyenangkan baginya dengan mudah akan ditiru. Budaya tersebut masuk melalui media komunikasi yang semakin lama semakin canggih seperti televisi, dalam bentuk film, video klip, dll. Bukan hanya media elektronik tetapi juga media cetak yang memuat informasi seputar budaya barat tersebut. Selain itu, internet bukanlah sesuatu yang langka pada saat sekarang ini. Para remaja dapat dengan mudah mengakses sesuatu hal yang baru melalui internet, baik hal yang positif maupun negatif. Setelah mereka melihat gaya hidup dan kebiasaan orang barat mereka mulai meniru dan merubah gaya hidupnya menjadi kebarat-baratan. Contohnya saja dalam hal penampilan, banyak remaja sekarang yang meniru gaya dan penampilan orang barat yaitu dengan mewarnai rambut mereka, memberi warna pada mata mereka agar terlihat seperti orang barat yang memiliki warna rambut dan mata berbeda dengan orang Indonesia. Selain itu dalam hal etika pun remaja Indonesia memakai etika barat yang tidak seperti di Indonesia, mereka tidak punya aturan hukum mengenai kesopanan, agama, dan sosial.
            Disamping itu kondisi lingkungan turut memicu faktor berkembangnya budaya barat di Indonesia. Dimana di kota-kota besar yang akses informasinya sangat cepat dan remajanya yang terbuka dalam hal-hal yang berbau barat membuat masyarakatnya lebih mudah terpengaruh dibandingkan dengan remaja yang berada di pedesaan. Teman sepergaulan juga dapat memberikan pengaruh kepada kita, jika teman kita memiliki budaya yang kebarat-baratan otomatis kita akan mengikutinya. Masalah perekonomian juga merupakan faktor pemicu suksesnya budaya barat tersebut berkembang di Indonesia. Remaja yang merasa mampu mengikuti budaya barat tersebut berusaha membeli barang-barang yang dapat mendukung penampilannya yang kebarat-baratan, seperti pakaian, model rambut, dll.
            Pengaruh negatif dari budaya asing ini sangat merugikan dan meresahkan, karena dapat merusak moral bangsa. Namun, disamping budaya asing membawa pengaruh negatif terhadap moral remaja indonesia, kita sebenarnya juga dapat meniru hal yang positif dari Bangsa asing. Pengaruh positifnya adalah kita bisa melihat betapa orang barat itu sangat maju dalam bidang pendidikan dan teknologi sehingga menjadikan negaranya menjadi negara maju. Selain itu dapat merubah tatanan kehidupan bermasyarakat yang adil, maju, dan makmur.